eberapa tips perawatan murai batu tanpa voer

Tips merawat burung murai batu untuk pemula

61 / 100

Selain suaranya yang aduhai, penampilan murai batu dengan ekor panjangnya yang cantik menjadikan burung ini memiliki banyak penggemarnya. Namun begitu, perawatan murai batu agar selalu aktif dan rajin berkicau tentu membutuhkan banyak perhatian. Berikut tips merawat burung murai batu untuk pemula.

Pada dasarnya perawatan semua jenis burung kicauan adalah sama, yang membedakan adalah karakter dari masing-masing burung tersebut. Untuk murai batu misalnya, perawatan yang diterapkan tentu harus dilakukan dengan lebih rutin dan teratur agar burung tetap aktif, berstamina, dan rajin bunyi.

Bagi pemula yang baru mengenal dunia kicauan tentu tidak direkomendasikan memelihara burung murai batu untuk pertama kalinya. Namun jika tetap bersikukuh untuk merawatnya, maka orang itu harus mampu memahami terlebih dulu bagaimana karakter dasar burung murai batu agar bisa memberikan perawatan yang tepat.

Karakter dasar burung murai batu

  • Murai batu adalah jenis burung berkarakter teritorial dengan sifat yang murni fighter (petarung murni). Oleh karena itu, hindari memelihara dua atau lebih burung murai batu yang digantung secara berdekatan tanpa diberi penyekat atau halangan. Selain itu, jenis burung ini juga dikenal gampang naik darah ketika mendengar suara burung murai batu lain di dekatnya, dan akan langsung mengobarkan semangat tempurnya.
  • Karena sifatnya yang teritorial itu juga, murai batu harus dijauhkan dari keberadaan burung dengan sifat teritorial lain terutama kacer. Kedua burung ini dikenal sangat agresif dan akan saling menyerang jika kedua sangkarnya terlalu berdekatan.
  • Murai batu memiliki birahi yang mudah naik, terutama yang disebabkan oleh settingan EF yang berlebihan, selalu mendengar suara burung sejenis, penjemuran yang berlebihan, maupun sering melihat murai batu betina.
  • Murai batu dikenal dengan kemampuan adaptasinya yang tinggi, sehingga burung ini mudah sekali dilatih agar jinak terhadap manusia.

Karakter dasar dari burung murai batu di atas dapat dijadikan acuan dalam perawatan hariannya.

Baca:   Pemilihan dan perawatan bakalan muray batu borneo

Perawatan harian burung murai batu

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat burung murai batu mulai dari memberinya makanan, vitamin, serta melakukan pola rawatan yang sudah cukup umum. Berikut tips merawat burung murai batu untuk pemula:

Makanan untuk burung murai batu

  • Voer yang baik kualitas dan kandungannya. Pemilihan voer tentu harus disesuaikan dengan pemberian pakan tambahannya (EF) yang lain. Voer sebaiknya dipilih yang benar-benar baik kualitas dan kandungannya. Komposisi kandungan biasanya terdapat dalam kemasan voer tersebut. Meski begitu, sangat dianjurkan untuk memakai voer dengan kadar protein sedang (15%-18%). Penggantian voer dilakukan setiap dua hari sekali untuk mencegah burung mengkonsumsi voer yang terkontaminasi kotoran dan jamur.
  • Pakan tambahan (EF) untuk murai batu terdiri dari berbagai macam serangga seperti jangkrik, ulat hongkong atau ulat jerman, kroto, ulat bambu, kelabang, belalang, dll. Pemberian pakan EF tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan maupun settingannya.
  • Salah satu jenis pakan tambahan lainnya adalah suplemen multivitamin. Pastikan burung murai batu menerima asupan multivitamin seperti Gacor Maxx yang memiliki banyak manfaat bagi burung kicauan. Pemberian vitamin secara rutin dapat menjadikan burung makin terpancing untuk rajin bunyi, juga membantu mendongkrak stamina, mental, dan daya tahannya sepanjang hari.

Setelah memahami kebutuhan pakan dan vitaminnya, langkah berikutnya adalah melakukan perawatan harian dengan rutin dan teratur seperti berikut ini:

  1. Setiap pagi burung murai batu diletakkan di teras atau halaman untuk tujuan pengembunan. Berikan kroto sebanyak satu sendok teh, lalu biarkan burung menikmati kesegaran udara di pagi hari.
  2. Setelah matahari terbit atau sekitar pukul 06:30, burung segera dimandikan dengan menggunakan bak mandi atau karamba mandinya. Bersihkan sangkarnya dari kotoran dan sisa pakan yang berserakan di dasar sangkarnya.
  3. Selesai mandi, burung diangin-anginkan selama 30 menit di teras sambil diberikan 5 ekor jangkrik dan 5 ekor ulat hongkong (settingan pakan ini bisa dirubah sesuai kebiasaan)
  4. Jemur burung di bawah sinar matahari selama 30 s/d 60 menit. Saat dijemur, burung harus dijauhkan dari keberadaan burung sejenis.
  5. Selesai penjemuran, burung kembali diangin-anginkan di tempat teduh selama 30 menit. Berikan air minum yang sudah ditetesi dengan vitamin Gacor Maxx.
  6. Siang hingga sore harinya burung murai batu diberikan full kerodong, lakukan pemasteran dengan suara masteran yang sesuai atau yang diinginkan.
  7. Pada sore hari atau sekitar pukul 15:30, kain kerodong dibuka lalu burung diangin-anginkan di teras atau halaman. Jika dibutuhkan bisa dilakukan penjemuran di bawah sinar matahari sore selama 30 s/d 50 menit.
  8. Berikan jangkrik sebanyak 5 ekor dan ulat hongkong 5 ekor (settingan pakan ini bisa dirubah sesuai kebiasaan).
  9. Menjelang malam burung kembali dikerodong dan dibiarkan beristirahat sampai esok paginya atau bisa juga diberikan pemasteran kembali.
Baca:   Tips atasi murai batu kurang ngotot

Catatan khusus:

Pemberian cacing tanah dapat dilakukan setiap seminggu sekali.
Pengumbaran dilakukan setiap 2-3 kali seminggu yang dilakukan sambil burung dijemur.
Melatih burung murai batu dengan burung sejenis sebaiknya dilakukan 2-3 minggu sekali untuk melatih mental dan suara kicauannya sebelum burung siap untuk dilombakan.
Gacor Maxx kini bisa didapatkan melalui market place online seperti Tokopedia, Bukalapak, dan Shopee.
Untuk kemudahan, pemesanan Gacor Maxx juga dapat dilakukan melalui kontak Whatsapp di nomor: 087738873034

Demikian tips merawat burung murai batu untuk pemula.

Semoga bermanfaat

Related Articles

Membangkitkan mental murai batu lomba yang ngedrop

Murai batu adalah jenis burung dengan karakter fighter dan teritorial. Ketika tidak mendapatkan perawatan yang tepat, maka burung ini akan mudah sekali ngedrop sewaktu dilombakan. Untuk mengatasinya, simak cara membangkitkan mental murai batu lomba yang ngedrop berikut ini. Beberapa tips perawatan murai batu tanpa voerKupas tuntas perawatan harian dan lomba burung pleciCara mengatasi trotolan murai […]
Read more
merawat murai batu kurang birahi

Cara merawat burung murai batu yang kurang birahi

Murai batu yang kurang birahinya tentu akan mengurangi penampilannya saat dilombakan. Kondisi ini pun bisa memicu penurunan mental dan sifat fighternya, sehingga burung jadi malas berbunyi. Berikut cara merawat burung murai batu yang kurang birahi. Cara melatih mental tarung burung murai batuTips jika suara murai batu kurang variasi di lapanganTips melatih mental murai batu mhBeberapa tips […]
Read more
eberapa tips perawatan murai batu tanpa voer

Tips merawat burung murai batu bakalan muda hutan

63 / 100 Memelihara burung murai batu bisa memberikan tantangan tersendiri jika burung yang didapat masih dalam kondisi bakalan atau muda hutan. Jika dirawat dengan baik, murai batu yang masih bakalan itu akan menunjukkan penampilan terbaiknya, dan hal ini tentu akan memberikan kebanggaan tersendiri bagi orang yang merawatnya. Nah untuk panduannya, simak tips merawat burung […]
Read more

Tinggalkan Balasan

Shopping Cart Items

Empty cart

No products in the cart.

Return to Shop
Search for:
Chat
Klik untuk chats
Hai,
Ada yang bisa kami bantu?