mencegah burung mati mendadak

Tips mencegah kematian mendadak pada burung peliharaan

11 / 100

Seperti tidak pandang bulu, kematian mendadak bisa terjadi pada semua jenis burung peliharaan. Burung yang semula terlihat sehat dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit pun bisa tiba-tiba terbaring lemah di dasar sangkar lalu mati. Apa penyebabnya? Lalu bagaimana cara agar burung peliharaan tidak mengalami kejadian mendadak tersebut.

Burung peliharaan yang sedang sakit bisa dikenali dari perilakunya sehari-hari. Ciri-ciri burung sakit yang paling umum adalah hilangnya nafsu makan, mengembangkan bulu, kurang aktif, dan kotoran yang berubah warnanya. Karena sudah teramati dari kondisi fisiknya, maka burung yang sedang sakit akan langsung mendapatkan perawatan yang diperlukan.

Tapi lain halnya dengan burung yang semula sehat, lalu mendadak mati. Alhasil, si pemilik pun tidak akan sempat memberikan pertolongan pertama karena burung rawatannya yang keburu mati.

Ada beberapa penyebab kematian mendadak pada burung peliharaan, di antara yang paling umum dijumpai di kalangan pecinta burung adalah:

1. Burung selalu terkena sinar matahari

Meskipun sinar matahari baik untuk tubuh, namun jika terus menerus terpapar dapat menimbulkan berbagai masalah kepada kesehatan dan kondisi fisik burung peliharaan. Paparan sinar matahar berlebihan itu akan menyebabkan burung alami dehidrasi parah akibat tubuh yang tidak bisa membuang kelebihan panas.

Dehidrasi parah inilah yang kemudian memicu heat stroke yang selama ini menjadi momok di kalangan penangkar karena burung akan langsung mati mendadak tanpa sempat diberikan pertolongan.

Oleh karena itu, pastikan burung sudah dipindahkan ke tempat yang teduh dan sejuk setelah pukul 10:00 atau setelah dijemur. Segera berikan air larutan elektrolit ketika burung mengalami dehidrasi yang disebabkan oleh penjemuran berlebihan, misalnya karena lupa mengangkat burung setelah beberapa jam dijemur.

2. Burung keracunan makanan dan minuman

Pakan harian yang umum dikonsumsi burung peliharaan adalah voer dan biji-bijian, selain itu diberikan makanan tambahan yang terdiri dari serangga dan buah-buahan.

Jika tidak disimpan dengan baik, maka pakan akan mudah terkontaminasi jamur dan bakteri. Akibatnya pakan akan mudah rusak dan tidak layak konsumsi. Jika burung terlalu banyak mengkonsumsi pakan yang sudah rusak / berjamur akan rentan sakit yang berujung pada kematian mendadak.

Baca:   Cara cepat melatih burung beo bicara

Begitu pun ketika burung mengkonsumsi pakan serangga yang sudah tidak layak, misalnya serangga yang sudah lama mati maupun serangga yang sudah terinfeksi bakteri atau parasit. Maka burung akan alami keracunan penyebab kematian mendadak.

Selain itu, sangat besar juga resiko burung memakan serangga-serangga beracun yang banyak berkeliaran di lingkungan sekitar sangkarnya. Ketika serangga beracun hinggap atau masuk ke dalam sangkarnya, maka burung akan segera menangkap dan memakannya. Hal ini pula yang menjadi penyebab kematian mendadak bagi sebagian besar burung peliharaan.

3. Burung terpapar racun di udara

Namun, keracunan tidak hanya dialami oleh burung yang banyak mengkonsumsi makanan atau minuman yang sudah rusak tapi bisa juga akibat polutan di udara.

Paparan racun yang bertebaran di udara seperti asap pembakaran sampah, kendaraan bermotor, hingga asap yang berasal dari masakan di dapur bisa menjadi penyebab kematian mendadak pada burung peliharaan.

Untuk pencegahan, sebaiknya sangkar burung ditempatkan di lokasi yang aman dan jauh dari gangguan binatang atau serangga liar dan jauh dari sumber polusi udara. Selain itu, jika digantungkan di teras atau dalam ruangan, maka jauhkan sangkarnya dari kipas outdoor ac yang mengeluarkan hawa panas.

Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, segera berikan kerodong untuk menutupi sangkarnya. Hal yang sama bisa dilakukan pada waktu malam hari untuk mencegah serangga beracun masuk ke dalam sangkarnya.

4. Kematian mendadak karena burung yang stres berat

Stres berat bisa memicu kematian mendadak pada burung. Kondisi ini paling sering dialami oleh burung-burung bakalan yang didapatkan dari hasil tangkapan alam. Trauma akan ketakutan akan menaikkan tekanan darahnya hingga tubuhnya akan bergetar hebat ( yang terlihat seperti menggigil, padahal sebenarnya burung sedang stres berat ).

Ketika alami stres berat tersebut, maka burung bisa mengalami kematian akibat tidak berfungsinya sebagian organ tubuh akibat tekanan tersebut. Dalam banyak kasus, burung akan menolak untuk makan sehingga rentan sakit dan mati.

Sebagai bentuk pencegahan, saat mendapatkan burung bakalan yang baru dibeli di pasaran, sebaiknya jangan dulu diberikan settingan cepat bunyi tetapi berikan kenyaman dulu agar burung bisa beradaptasi dengan lingkungan, makanan, dan sangkarnya.

Baca:   Cara memilih jalak suren di kandang ombyokan

Berikan full kerodong selama beberapa hari sampai burung tenang. Berikan juga makanan yang biasa dikonsumsi burung selama berada di alam. Setelah burung mulai beradaptasi dan lebih tenang, maka perawatan harian bisa langsung diterapkan dengan memulai pelatihan agar burung mau makan voernya.

5. Burung sering dipegang

Hindari memegang burung saat sedang sakit parah atau sedang stres. Jika salah memegang maka burung akan langsung alami kematian mendadak. Jika ingin memeriksa kondisinya, pastikan Anda sudah mengetahui lebih dulu cara memegang burung yang baik, atau bisa juga menggunakan bantuan handuk hangat untuk memegang tubuhnya saat akan diobati.

Salah pegang juga akan membuat dada burung tertekan sehingga merusakkan organ tubuh bagian dalamnya. Jika ini terjadi, maka burung akan mudah sakit dan rentan mati.

6. Kematian mendadak karena penyakit

Ada beberapa jenis penyakit yang tidak bisa dideteksi hanya melalui pengamatan tingkah lakunya saja seperti infeksi virus maupun penyakit dalam. Untuk kasus ini sangat sulit diatasi namun bisa dicegah dengan memberikan perawatan yang rutin dan teratur.

Itulah beberapa hal yang dapat memicu kematian mendadak pada burung peliharaan. untuk pencegahan, sebaiknya burung mulai diberikan perawatan yang te

Itulah beberapa hal yang dapat memicu kematian mendadak pada burung peliharaan. Untuk mencegah kejadian ini menimpa burung rawatan Anda, maka mulailah dengan melakukan perawatan yang tepat. Mulai dari menjaga kebersihan pakan, sangkar, dan lingkungan sekitar sangkarnya.

Berikan juga multivitamin tambahan seperti Sup Plus Bird yang dapat membantu menjaga kondisi dan kesehatan burung peliharaan. Selain itu, jika rutin dikonsumsi multivitamin ini dapat mendongkrak stamina, mental, dan daya tahan burung sepanjang hari sehingga bisa terhindar dari serangan penyakit.

Semoga bermanfaat

Related Articles

Mendeteksi burung yang sakit

Burung merupakan hewan yang rentan terhadap kematian jika dibandingkan hewan mamalia, pada umumnya burung yang sakit dengan gejala tidak mau makan lebih dari satu hari saja akan berujung pada kematian jika tidak segera mendapat pertolongan pertama.  Mendeteksi burung yang sakit secara dini merupakan hal yang sangat penting agar nyawa burung dapat diselamatkan.  Gejala awal burung […]
Read more

Kesalahan dalam merawat lovebird paud

Merawat lovebird yang masih muda / paud bukanlah perkara mudah, apalagi untuk menjadikannya bisa ngekek panjang dan berprestasi. Kunci agar lovebird paud bisa tampil dengan maksimal adalah melakukan perawatan yang tepat dan konsisten. Namun tak sedikit orang yang tanpa sadar telah melakukan beberapa kesalahan dalam perawatannya, sehingga burung tidak bisa tampil seperti yang diharapkan. Untuk […]
Read more

Tips beternak parkit untuk pemula

Parkit disukai karena penampilan dan warna bulunya yang menarik. Jika rajin dilatih, parkit juga memiliki kemampuan menirukan suara serta melakukan berbagai atraksi. Daya tarik lainnya adalah parkit mudah diternak dan tidak merepotkan dalam perawatannya. Berikut tips beternak parkit untuk pemula. Tips merawat burung murai batu untuk pemulaTips jika kenari bertelur di cepuk pakanTips dan cara […]
Read more

Tinggalkan Balasan

Shopping Cart Items

Empty cart

No products in the cart.

Return to Shop
Search for:
Chat
Klik untuk chats
Hai,
Ada yang bisa kami bantu?