budidaya ulat hongkong

Cara mudah budidaya ulat hongkong untuk pemula

55 / 100

Ulat hongkong atau mealworm adalah jenis serangga yang menjadi pakan tambahan tinggi protein untuk burung ocehan. Jenis ulat ini banyak ditemukan di pasar dan kios burung, tapi tidak ada salahnya kalau Anda mencoba membudidayakannya di rumah untuk menjaga ketersediaannya jika serangga ini sulit ditemukan di pasaran.

Sebelum memulai proses pembudidayaan ulat hongkong, siapkan dahulu beberapa bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan, yaitu:

  1. Ulat hongkong yang baru dibeli di pasar atau kios burung.
  2. Wadah atau kontainer yang terbuat dari bahan plastik lengkap dengan tutupnya.
  3. Voer bubuk merek apa saja.
  4. Sereal untuk bayi.
  5. Buah dan sayuran.

Cara membudidayakan ulat hongkong

  • Tutup wadah atau box plastik dilubangi yang berfungsi sebagai aliran udara masuk dan keluar atau ventilasi.
  • Campurkan voer bubuk dengan sereal bayi, lalu aduk hingga bercampur merata setelah itu taburkan di dasar wadah plastik tersebut.
  • Masukkan ulat hongkong yang sudah disiapkan, setelah itu masukkan juga buah-buahan sebagai makanannya seperti potongan buah apel dan sayuran.
  • Letakkan wadah pembudidayaan ulat hongkong di tempat yang lembab dan tidak terpapar sinar matahari langsung.
  • Hindari hama semut atau hewan pengerat yang dapat merusak atau bahkan memakannya.
Baca:   Solusi jika murai batu ogah makan voer

Ulat hongkong adalah larva dari kumbang hitam (Darkling beetle), setelah berumur 10 minggu atau lebih ulat tersebut akan berubah menjadi kepompong. Ulat yang telah berubah jadi kepompong itu harus segera dipindahkan ke tempat/wadahnya yang baru, karena tak jarang ulat hongkong akan memangsa kepompong-kepompong tersebut.

Ulat hongkong sebenarnya adalah larva dari kumbang hitam atau Darkling beetle. Setelah berumur 10 minggu, ulat hongkong akan berubah jadi kepompong. Nah, ulat yang telah jadi kepompong ini harus segera dipindahkan ke wadah yang baru karena akan disiapkan sebagai indukan.

Di tempat barunya itu, kepompong akan berubah menjadi kumbang yang setelah 1-4 minggu kemudian akan bertelur dalam jumlah yang cukup banyak.

Baca:   Cara menambah dan bongkar durasi lovebird

Telur itulah yang kelak menjadi ulat hongkong yang kita kenal.

Sebagian ulat-ulat hongkong itu dipanen untuk pakan burung atau reptil, sedangkan sisanya dibiarkan untuk berkembang biak.

Bagaimana? Tertarik untuk melakukannya.

Semoga sukses

Related Articles

memilih lovebird ombyokan

Beberapa cara memilih lovebird ombyokan yang prospek

Di kios-kios burung kicauan, sering dijumpai lovebird bakalan yang disatukan dalam kandang ombyokan. Agar kicaumania tidak salah pilih, maka pemilihannya harus dilakukan dengan pengamatan yang sangat teliti. Berikut beberapa┬ácara memilih lovebird ombyokan yang prospek. Tips mencari settingan lovebird ombyokan prospekTips memilih lovebird prospek untuk lombaCiri-ciri lovebird tidak jodoh dan cara mengatasinyaCara setting lovebird lomba malamHindari!! […]
Read more

Cara merawat burung jalak hongkong untuk pemula

Jalak thailand atau blue-collared starling (Sturnus nigricollis) lebih dikenal dengan sebutan jalak hongkong di Indonesia. Spesies burung jalak ini pernah sangat populer di era 1990-an, terutama karena kemampuan mengocehnya dan pandai menirukan suara manusia. Berikut tips merawat burung jalak hongkong untuk pemula .. Cara mengatasi burung robin yang macet bunyiPerawatan jalak rio agar rajin bunyiEmpat […]
Read more
Solusi milet mahal

Milet mahal? Ini Solusinya

Harga milet yang terus mengalami kenaikan 75% – 100% dari harga biasanya banyak dikeluhkan para penghobi burung, terutama pecinta paruh bengkok seperti lovebird mania. Naiknya harga milet di sejumlah daerah tidak hanya memberatkan para pemilik burung dan peternak, tetapi juga produsen pakan biji-bijian seperti pakan kenari dan lovebird. Ragam solusi atasi lovebird bertingkah nakal di […]
Read more

Tinggalkan Balasan

Shopping Cart Items

Empty cart

No products in the cart.

Return to Shop
Search for:
Chat
Klik untuk chats
Hai,
Ada yang bisa kami bantu?