Fakta unik & menarik burung-madu

Di kalangan kicau mania di Indonesia, nama burung-madu ternyata lebih dikenal dengan sebutan Kolibri padahal keduanya merupakan spesies yang berbeda. Tapi bukan itu saja keunikan dari burung-madu yang kita kenal, karna masih ada beberapa fakta unik & menarik seputar burung-madu berikut ini.

Burung-madu atau sunbird merupakan jenis burung bertubuh mungil yang berasal dari keluarga pengisap madu atau Nectariniidae. Ada sekitar 132 spesies burung-madu yang tersebar di seluruh dunia, dan sebagian di antaranya banyak dijumpai di Indonesia.

Di dalam negeri sendiri, kolibri sebutan populernya burung-madu lebih disukai sebagai burung peliharaan. Suaranya yang kencang dan bervariasi bahkan menaikkan statusnya menjadi burung lomba yang selalu ada di setiap even lomba-lomba burung.

Tapi tahukah Anda, selain suara kicauannya yang penuh variasi tersebut, ada fakta-fakta yang cukup unik dan menarik di seputar burung-madu yang perlu diketahui, seperti berikut ini:

  1. Habitat burung-madu adalah di hutan, semak belukar, sabana, daerah pesisir, ladang dan perkebunan. Beberapa di antara spesiesnya bahkan ada yang membawa serta tanaman parasit seperti mistle
  2. Burung-madu berhabitat di hutan, semak belukar, sabana, wilayah pesisir, ladang dan perkebunan. Sebagian di antara spesiesnya bahkan terlibat dalam perusakkan tumbuh-tumbuhan karena mereka membawa serta tanaman parasit seperti mistletoe yang dikenal sebagai pembunuh pohon.
  3. Selain menyukai nektar, burung-madu juga sangat suka berburu serangga dan laba-laba kecil. Sayapnya yang pendek memudahkannya untuk terbang cepat dan searah.
  4. Seperti juga hummingbird atau kolibri pada umumnya, burung-madu juga mempunyai kemampuan hovering saat mengisap nektar bunga yang sulit dijangkau.
  5. Burung-madu jantan mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dari betina, dan memiliki warna bulu yang lebih cerah dan berkilau dengan gradasi warna hijau, biru, ungu, merah, dan kuning.
  6. Sedangkan burung-madu betina memiliki warna bulu yang kusam dan tampak kurang menarik.
  7. Burung-madu mempunyai bentuk paruh tipis dan melengkung, lidah berukuran panjang bahkan bisa dua kali panjang paruhnya dengan bagian ujung lidah terbalut bulu-bulu halus yang berfugsi mengambil cairan nektar.
  8. Spesies burung-madu merupakan jenis burung diurnal atau cenderung aktif pada siang hari saja.
  9. Meski dikenal sebagai pemakan nektar, namun burung-madu juga sangat menyukai serangga, buah dan arthropoda (laba-laba).
  10. Saat berkembang biak, burung-madu lebih banyak memakan serangga dan laba-laba yang berguna sebagai sumber protein untuk pertumbuhkembangan anak-anaknya.
  11. Meski sama-sama pengisap madu dan punya kemampuan hovering, namun burung-madu berbeda dengan kolibri. Kemiripan morfologi tersebut tak lain adalah hasil evolusi konvergen, yaitu spesies yang tidak terkait akan mengembangkan fitur morfo-anatomi yang sama karena gaya hidup yang sama.
  12. Di areal hutan, burung-madu sangat berperan penting dalam penyebaran banyak jenis tumbuh-tumbuhan yang tidak bisa dijangkau oleh lebah maupun kupu-kupu.
  13. Di area hutan, burung-madu memilik peranan penting dalam penyebaran banyak jenis tumbuh-tumbuhan. Saat mengisap nektar, burung-madu mampu menjangkau bagian dalam tersembunyi dari bagian bunga  yang tidak bisa dilakukan oleh serangga lain seperti lebah maupun kupu-kupu.
  14. Banyak spesies burung-madu merupakan burung penetap atau non-migran dan tinggal di habitat yang sama sepanjang tahunnya. Mereka hanya melakukan perjalanan pendek ke tempat-tempat lain yang banyak tersedia makanan.
  15. Beberapa spesies burung-madu memiliki kemampuan menurunkan suhu tubuh dan metabolisme di malam hari. Penurunan aktivitas fisiologis ini dikenal dengan sebutan mati suri, yang dilakukannya untuk mempertahankan energi mereka. Itu sebabnya, burung-madu yang selalu dibiarkan aktif di malam hari, akan cenderung tidak bertenaga / mudah lemas pada keesokan harinya. Sebaiknya, burung-madu dibiarkan beristirahat total di malam hari dengan cara mematikan lampu ruangan atau memasangkan kain kerodong pada sangkarnya.
  16. Burung-madu juga senang menghabiskan waktu di bawah sinar matahari karena dapat menghemat energi mereka yang biasanya cepat habis untuk menghasilkan panas tubuh. Sinar matahari dengan instan akan memanasi tubuh sehingga energi yang digunakan untuk menghasilkan panas tubuh akan dialihkan untuk aktivitas lainnya.
  17. Burung-madu memiliki suara panggila (call) yang unik dan mirip suara serangga untuk berkomunikasi. Nah, kicaumania di mancanegara kurang suka dengan suara ini, sehingga burung-madu tidak begitu populer sebagai burung peliharaan.
  18. Burung-madu sering terlihat hidup berpasangan atau dalam kelompok keluarga kecil.
  19. Burung-madu jantan mempunyai sifat yang sangat agresif dan teritorial, bahkan bisa membunuh burung-madu lain yang memasuki wilayah tempatnye berbiak atau mencari makanan.
  20. Musim kawin burung-madu berlangsung selama musim penghujan.
  21. Burung-madu mempunyai sifat monogami, dan akan berpasangan seumur hidupnya.
  22. Burung-madu betina akan menghasilkan 1-3 butir telur setiap berkembang biak. Sarangnya menggantung dan terbuat dari serat tanaman, lumut, dan jaring laba-laba.
  23. Telur burung-madu akan menetas setelah masa inkubasi atau pengeraman selama 18-19 hari. Kedua indukan akan merawat dan membesarkan anak-anaknya.
  24. Tak jarang, sarangnya akan diinfeksi oleh burung kangkok, kedasih, maupun honeyguides dengan cara menitipkan telur mereka agar dierami hingga menetas. Nantinya setelah menetas, anak-anak mereka akan dirawat hingga dewasa oleh kedua indukan burung-madu tersebut. Kadang proses ini membutuhkan pengorbanan, karena anakan burung-madu akan dibunuh burung parasit ini dengan cara dibuang dari sarangnya.
  25. Rentang hidup burung-madu di alam liar adalah sekitar 7 tahun, sedangkan burung yang ditangkarkan umumnya berumur lebih panjang.
Baca:   Cara menjodohkan burung jalak suren

Demikian fakta unik menarik burung-madu yang layak disimak.

Semoga bermanfaat

Related Articles

cucak jenggot

Menyiapkan burung cucak jenggot untuk lomba

Banyak penyebab mengapa burung cucak jenggot tidak mau tampil maksimal ketika dilombakan. Oleh karena itu, menyiapkan cucak jenggot untuk lomba bisa menjadi salah satu bentuk perawatan yang dapat meningkatkan mentalnya, sehingga burung mau tampil maksimal di lapangan.  More from my siteTips cucak hijau tampil ngotot di lombaCara merawat pleci bakalan agar jadi burung lombaCara memberikan […]
Read more

Cara mengatasi burung murai batu yang tak mau bunyi saat lomba

Murai batu yang tak mau bunyi selama lomba berlangsung tentu akan sanga mengecewakan pemiliknya. Di saat yang lain sibuk bekerja, ia malah diam tak bersuara dan cenderung meloncat-loncat aja. Kondisi ini umumnya dialami oleh burung yang masih muda dengan mental yang belum stabil, tapi dipaksakan berlomba. Berikut cara mengatasi burung murai batu yang tak mau bunyi […]
Read more

Membangkitkan mental murai batu lomba yang ngedrop

Murai batu adalah jenis burung dengan karakter fighter dan teritorial. Ketika tidak mendapatkan perawatan yang tepat, maka burung ini akan mudah sekali ngedrop sewaktu dilombakan. Untuk mengatasinya, simak cara membangkitkan mental murai batu lomba yang ngedrop berikut ini. More from my siteBeberapa tips perawatan murai batu tanpa voerKupas tuntas perawatan harian dan lomba burung pleciCara […]
Read more

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shopping Cart Items

Empty cart

No products in the cart.

Return to Shop
Search for:
Chat
Klik untuk chats
Hai,
Ada yang bisa kami bantu?