murai batu kejang

Tips mencegah dan mengatasi murai batu kejang-kejang

Pernah melihat burung yang tiba-tiba jatuh dari tenggerannya lalu kejang-kejang di lantai sangkarnya? Jika segera ditangani, mungkin saja burung akan mampu bertahan hidup, sedangkan jika dibiarkan sudah tentu resiko kematian akan menghantui. Berikut tips mencegah dan mengatasi murai batu kejang-kejang.

Sebagian besar gejala kejang-kejang disebabkan oleh burung terkena penyakit tetelo, namun ada juga yang disebabkan oleh kekurangan thiamin atau vitamin B1. Kondisi ini umumnya terjadi karena burung yang kurang terpenuhi kebutuhan nutrisinya.

Burung yang alami defisiensi thiamin akan menunjukkan perilaku atau sikap opistotonik yaitu mendongakkan kepalanya ke atas, mirip seperti gejala burung yang terserang NewCastle Desease atau tetelo. Kondisi tersebut disebabkan oleh otot bagian leher depan yang alami kelumpuhan sementara, sehingga leher akan melengkung ke belakang dan menyebabkan kepala burung terdongak ke atas.

Pada burung murai batu, masalah tersebut bisa menjalar pada organ tubuh yang lain, misalnya otot kaki. Akibatnya bisa ditebak, burung akan kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari tenggerannya. Saat berada di dasar sangkarnya pun, burung tidak akan sanggup berdiri karena kelumpuhan yang terjadi pada kaki-kakinya.

Untuk mencegah burung murai batu mengalami kejang-kejang tersebut, maka kebutuhan nutrisi dan vitaminnya harus selalu terpenuhi. Meski vitamin B1 tersedia dalam pakan voer kemasan yang banyak dijual di pasaran, namun tentu tidak akan cukup memenuhi kebutuhannya, apalagi murai batu dikenal sangat aktif, lincah, dan agresiv.

Baca:   Cara melatih cendet agar fighter dan bongkar isian

Vitamin B1 juga terdapat dalam beberapa EF serangga yang biasa dikonsumsi seperti kroto atau jangkrik namun dalam jumlah yang tentu saja masih belum mencukupi kebutuhannya. Selain itu, vitamin B1 juga terdapat pada ikan-ikan kecil, namun tentu akan sangat merepotkan jika harus menyediakan ikan-ikan tersebut sebagai pakan tambahannya setiap hari.

Itulah sebabnya, mengapa suplemen multivitamin seperti Sup Plus Bird harus selalu tersedia setiap harinya, terutama untuk burung peliharaan seperti murai batu. Dengan demikian, pemilik bisa memastikan kebutuhan nutrisi dan vitamin burung rawatannya sudah terpenuhi sehingga terhindar dari berbagai penyakit.

Adapun untuk mengatasi kejang-kejang pada murai batu yang disebabkan oleh defisiensi thiamin maka cara pengobatan yang dilakukan adalah meneteskan larutan vitamin B-Komplek ke dalam paruh burung. Namun cara ini perlu kehati-hatian karena burung yang sedang sakit umumnya sangat mudah stres sehingga bisa berakibat fatal.

Jika belum pengalaman, mintalah bantuan teman atau saudara yang sudah cukup ahli memegang burung. Setelah itu, gunakan pipet untuk meneteskan larutan vitamin B-Komplek langsung ke dalam paruhnya.

Baca:   Tips dongkrak stamina lovebird biru di lapangan

Larutan vitamin B-komplek bisa dibuat dengan cara melarutkan tablet vitamin B-komplek yang dibeli di apotik atau toko obat dengan air hangat. Setelah dingin, air larutan digunakan dengan memakai pipet.

Setelah pengobatan selesai, burung kembali disimpan di dalam sangkar khusus, yaitu sangkar yang bagian dasarnya sudah dilengkapi karpet. Hal ini bertujuan agar kaki burung tidak mudah terjebak dalam jeruji yang biasa terdapat di dasar sangkarnya.

Selama masa pemulihan, cepuk pakan dan minumnya ditaruh di bawah lebih dahulu dan posisi tenggerannya pun diturunkan.

Biasanya, jika masih bisa diselamatkan dalam waktu 20 – 30 menit, burung sudah bisa beraktivitas meski dengan tubuh yang masih lemas. Untuk itulah, penggunaan Sup Plus Bird kembali dibutuhkan untuk membantu pemulihan kondisinya.

Semoga bermanfaat

Related Articles

Perawatan jalak suren kalimantan agar cepat jinak dan rajin bunyi

Selain jalak suren jawa yang popular di kalangan kicaumania, ada juga burung yang tampak mirip yaitu jalak suren kalimantan (Gracupica contra floweri). Jenis burung jalak ini cenderung berkicau dengan suara aslinya, sehingga banyak dimanfaatkan sebagai burung masteran. Cara mengatasi jalak suren yang macet bunyiPerawatan jalak suren trotolan hingga dewasaPerawatan jalak rio agar rajin bunyiEnam cara […]
Read more
milet racikan jadikan lovebird juara

Setingan lovebird tipe basah dan kering

Untuk memudahkan perawatan harian dan menyeting burung lovebird untuk lomba, kicaumania di dalam negeri memisahkan lovebird menjadi dua karakter, yaitu lovebird tipe basah dan lovebird tipe kering. Berikut setingan lovebird tipe basah dan kering. Hindari!! Kebiasaan salah dalam merawat lovebirdCara memahami karakter lovebirdBeberapa¬†cara memilih lovebird ombyokan yang prospekCara merawat lovebird paud agar rajin bunyiCara panen […]
Read more

Tips dan settingan cible agar siap lomba

Sebelum membawa ciblek ke lapangan untuk dilombakan, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dulu apakah burung rawatannya itu sudah siap lomba atau belum. Hal ini sangat penting, karena erat kaitannya dengan kondisi mental ciblek tersebut. Nah, untuk itu simak tips dan settingan ciblek agar siap lomba berikut ini. Cara merawat ciblek gunung yang macet bunyi:Ragam settingan […]
Read more

Tinggalkan Balasan

Shopping Cart Items

Empty cart

No products in the cart.

Return to Shop
Search for:
Chat
Klik untuk chats
Hai,
Ada yang bisa kami bantu?