Tips mencegah dan mengatasi murai batu kejang-kejang

Pernah melihat burung yang tiba-tiba jatuh dari tenggerannya lalu kejang-kejang di lantai sangkarnya? Jika segera ditangani, mungkin saja burung akan mampu bertahan hidup, sedangkan jika dibiarkan sudah tentu resiko kematian akan menghantui. Berikut tips mencegah dan mengatasi murai batu kejang-kejang.

Sebagian besar gejala kejang-kejang disebabkan oleh burung terkena penyakit tetelo, namun ada juga yang disebabkan oleh kekurangan thiamin atau vitamin B1. Kondisi ini umumnya terjadi karena burung yang kurang terpenuhi kebutuhan nutrisinya.

Burung yang alami defisiensi thiamin akan menunjukkan perilaku atau sikap opistotonik yaitu mendongakkan kepalanya ke atas, mirip seperti gejala burung yang terserang NewCastle Desease atau tetelo. Kondisi tersebut disebabkan oleh otot bagian leher depan yang alami kelumpuhan sementara, sehingga leher akan melengkung ke belakang dan menyebabkan kepala burung terdongak ke atas.

Pada burung murai batu, masalah tersebut bisa menjalar pada organ tubuh yang lain, misalnya otot kaki. Akibatnya bisa ditebak, burung akan kehilangan keseimbangan dan terjatuh dari tenggerannya. Saat berada di dasar sangkarnya pun, burung tidak akan sanggup berdiri karena kelumpuhan yang terjadi pada kaki-kakinya.

Baca:   Empat cara cegah lovebird gesek tangkringan

Untuk mencegah burung murai batu mengalami kejang-kejang tersebut, maka kebutuhan nutrisi dan vitaminnya harus selalu terpenuhi. Meski vitamin B1 tersedia dalam pakan voer kemasan yang banyak dijual di pasaran, namun tentu tidak akan cukup memenuhi kebutuhannya, apalagi murai batu dikenal sangat aktif, lincah, dan agresiv.

Vitamin B1 juga terdapat dalam beberapa EF serangga yang biasa dikonsumsi seperti kroto atau jangkrik namun dalam jumlah yang tentu saja masih belum mencukupi kebutuhannya. Selain itu, vitamin B1 juga terdapat pada ikan-ikan kecil, namun tentu akan sangat merepotkan jika harus menyediakan ikan-ikan tersebut sebagai pakan tambahannya setiap hari.

Itulah sebabnya, mengapa suplemen multivitamin seperti Sup Plus Bird harus selalu tersedia setiap harinya, terutama untuk burung peliharaan seperti murai batu. Dengan demikian, pemilik bisa memastikan kebutuhan nutrisi dan vitamin burung rawatannya sudah terpenuhi sehingga terhindar dari berbagai penyakit.

Adapun untuk mengatasi kejang-kejang pada murai batu yang disebabkan oleh defisiensi thiamin maka cara pengobatan yang dilakukan adalah meneteskan larutan vitamin B-Komplek ke dalam paruh burung. Namun cara ini perlu kehati-hatian karena burung yang sedang sakit umumnya sangat mudah stres sehingga bisa berakibat fatal.

Baca:   Tips melatih mental murai batu bakalan muda hutan (MH)

Jika belum pengalaman, mintalah bantuan teman atau saudara yang sudah cukup ahli memegang burung. Setelah itu, gunakan pipet untuk meneteskan larutan vitamin B-Komplek langsung ke dalam paruhnya.

Larutan vitamin B-komplek bisa dibuat dengan cara melarutkan tablet vitamin B-komplek yang dibeli di apotik atau toko obat dengan air hangat. Setelah dingin, air larutan digunakan dengan memakai pipet.

Setelah pengobatan selesai, burung kembali disimpan di dalam sangkar khusus, yaitu sangkar yang bagian dasarnya sudah dilengkapi karpet. Hal ini bertujuan agar kaki burung tidak mudah terjebak dalam jeruji yang biasa terdapat di dasar sangkarnya.

Selama masa pemulihan, cepuk pakan dan minumnya ditaruh di bawah lebih dahulu dan posisi tenggerannya pun diturunkan.

Biasanya, jika masih bisa diselamatkan dalam waktu 20 – 30 menit, burung sudah bisa beraktivitas meski dengan tubuh yang masih lemas. Untuk itulah, penggunaan Sup Plus Bird kembali dibutuhkan untuk membantu pemulihan kondisinya.

Semoga bermanfaat

Related Articles

cara meloloh anakan lovebird

Cara meloloh anakan lovebird yang baik dan benar

Untuk meningkatkan produktivitas, banyak peternak lovebird yang memisahkan anakan dari induknya setelah berumur 7 hari. Namun merawat anakan lovebird yang masih piyik itu tentu membutuhkan lebih banyak perhatian. Selain menjaga suhu tubuhnya tetap hangat, anakan burung itu pun harus selalu diberi makan dengan cara diloloh. Berikut cara meloloh anakan lovebird yang baik dan benar.  Baca: […]
Read more
melatih mental lovebird paud

Tips rawatan lovebird anakan agar kelak ngekek panjang

Lovebird yang masih anakan cukup diminati oleh banyak penghobi burung. Selain karena harganya yang terjangkau, anakan tersebut juga bisa dilatih sesuai keinginan, baik untuk atraksi maupun prestasi. Sebagai panduan, simak tips dan cara merawat lovebird anakan agar kelak ngekek panjang berikut ini.  Baca:   Pemilihan dan settingan lovebird paud betina agar siap lomba
Read more

Tips perawatan cendet trotolan / paud sampai rajin bunyi

Perawatan cendet trotolan atau paud harus dilakukan dengan cara yang tepat, agar setelah dewasa bisa rajin bunyi dan memiliki mental yang baik. Selain itu, yang terpenting adalah burung tidak gampang miyik atau manja. Untuk itu, simak tips perawatan cendet trotolan / paud sampai rajin bunyi berikut ini. Baca:   Settingan lovebird jantan bahan single fighter
Read more

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shopping Cart Items

Empty cart

No products in the cart.

Return to Shop
Search for:
Kirim
Ada pertanyaan?
Powered by