Kesalahan dalam perawatan murai batu bakalan

Murai batu bakalan memang menggoda karena harganya yang cukup terjangkau. Tapi karena kurang pengetahuan dalam perawatannya, tak jarang burung yang baru dibeli itu beberapa hari kemudian malah mati. Sebagai panduan bagi pemula, simak beberapa kesalahan dalam perawatan murai batu bakalan yang harus dihindari.

Teliti sebelum membeli, kalimat tersebut mungkin cocok diucapkan saat kicaumania akan membeli burung yang masih bakalan MH atau muda hutan. Selain karena harganya yang terjangkau, burung bakalan terlebih dari jenis murai batu memang sangat menggoda untuk dipelihara.

Sebelum tertarik untuk membeli dan memelihara burung murai batu yang masih bakalan, ada baiknya kicaumania mengetahui terlebih dahulu beberapa kesalahan yang umum dilakukan pemula dalam perawatan murai batu bakalan.

1. Terlalu tergiur harga yang murah 

Hati-hati dengan harga yang sangat murah. Di pasaran harga murai batu cukup beragam, namun ketika mendekati titik sangat murah maka hal tersebut perlu diwaspadai karena masih ada saja penjual yang tidak jujur. Karena tertarik, terjadilah transaksi jual-beli, dan sesampainya di rumah ternyata burung tersebut sedang dalam kondisi sakit.

Ingatlah semboyan ada harga ada kualitas, karena semakin bagus kualitas burung bakalan tentu akan semakin tinggi harga jualnya. Kalaupun ingin memelihara murai batu bakalan, ada baiknya meminta rekomendasi teman yang sudah berpengalaman dahulu, bila perlu mintalah untuk membantumu saat memilih burung yang akan dibeli.

Murai batu hasil tangkapan umumnya memiliki tingkat stres yang sangat tinggi, sehingga ketika tidak dirawat sebagaimana mestinya maka burung akan mudah sakit dan tidak mau makan. Selain itu, masih banyak penjual yang terlalu takut burung tangkapannya mati sehingga dijuallah dengan harga yang sangat murah.

Baca:   Makanan dan vitamin burung jalak agar rajin bunyi

2. Langsung memandikan burung 

Kesalahan lain yang sering dilakukan kicaumania yang baru saja membeli burung murai batu bakalan adalah langsung memandikannya di rumah. Pada saat dibeli, kondisi burung memang akan terlihat kumuh dan kotor, agar terlihat bersih maka kicaumania pun akan segera memandikannya agar lebih indah dipandang.

Namun yang terjadi setelah murai batu bakalan mh tersebut dimandikan, maka burung akan cepat stres dan mogok makan, sehingga berpotensi terserang penyakit. Akibatnya bisa ditebak, murai batu akan cepat ngedrop dan jika tidak segera ditangani akan fatal akibatnya.

3. Didekatkan dengan burung sejenis 

Ada kicaumania yang kurang sabar merawat murai batu bakalan, sehingga karena ingin cepat berkicau maka ia pun mulai sering mendekatkan burung bakalan tersebut dengan murai batu lain yang sudah gacor. Harapannya adalah agar burung yang masih bakalan itu terpancing untuk bunyi.

Namun tanpa disadari, tindakan tersebut justru menyebabkan murai batu bakalan akan mudah stres. Perlu diketahui, murai batu adalah jenis burung teritorial dan bersifat petarung murni / fighter. Burung yang masih bakalan jika terlalu sering didekatkan dengan burung sejenis maka hal ini akan membuatnya tidak nyaman, akibatnya burung akan mudah stres dan sakit.

Untuk murai batu bakalan yang baru dibeli baik dari pasar maupun perorangan, maka jangan dulu berharap burungnya mau bunyi. Hal yang harus diutamakan adalah agar burung bakalan tersebut mau makan dan beradaptasi dengan lingkungan barunya dulu.

Baca:   Cara seting lovebird sebelum lomba

4. Langsung diberikan pakan voer 

Hal yang jarang diketahui kicaumania pemula saat merawat murai batu yang masih bakalan adalah langsung memberinya pakan kering atau voer. Secara umum, burung hasil tangkapan hutan belum mengenal pakan voernya tersebut, sehingga ketika disuguhi voer di dalam cepuk pakannya, maka ia tidak akan merespon dan memakannya.

Sebelum memberikan voer kepada murai batu bakalan, ada baiknya burung dilatih agar terbiasa mengkonsumsi voer nya tersebut. Untuk metode latihan, bisa disimak lagi dalam artikel berikut ini: Tips melatih burung bakalan mau makan voer.

5. Tidak pernah / jarang memberikan vitamin

Burung murai batu yang masih bakalan tentu akan membutuhkan asupan nutrisi dan vitamin yang cukup agar burung bisa beraktivitas dengan baik di dalam sangkarnya. Kebutuhan vitamin seperti Sup Plus Bird sangat diperlukan tidak hanya untuk menjaga kondisi kesehatannya saja, tetapi juga mampu mencegah burung stres sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dengan terpenuhinya kebutuhan vitamin melalui pemberian Sup Plus Bird dengan rutin, maka murai batu bakalan akan merasa lebih tenang dan nyaman, sehingga mudah terpancing untuk mengeluarkan suara kicauannya. Selain itu, burung pun akan jadi cepat aktif, sehat, dan penuh stamina setiap harinya.

Itulah beberapa kesalahan dalam perawatan murai batu bakalan yang harus dihindari.

Semoga bermanfaat

 

Related Articles

kenari dehidrasi

Cara mencegah dan mengatasi burung yang dehidrasi

Dehidrasi adalah satu gejala burung kehilangan cairan tubuh yang disebabkan oleh beberapa kondisi. Pada kondisi ini, burung akan mudah sekali lemas dengan stamina yang terus menurun, sehingga sangat rentan terhadap penyakit dan kematian. Untuk mencegah hal tersebut menimpa burung kesayangan, silakan simak cara mencegah dan mengatasi burung yang dehidrasi. Baca:   Menyetel lovebird yang kurang […]
Read more

Makanan dan vitamin burung jalak agar rajin bunyi

Ada banyak jenis burung jalak yang populer sebagai burung piaraan, mulai dari jalak kerbau, jalak suren, jalak nias, hingga jalak putih. Walaupun relatif mudah bunyi, tapi tanpa dukungan rawatan yang tepat burung tidak akan mau mengeluarkan suara kicauannya dengan rajin. Berikut beberapa makanan dan vitamin burung jalak agar rajin bunyi. Baca:   Ciri-ciri burung murai […]
Read more
merawat lovebird umur 1-3 bulan

Settingan lovebird umur 1-2 bulan agar ngekek panjang dan siap lomba

Untuk menjadikan lovebird balibu atau berumur di bawah lima bulan mempunyai suara ngekek dengan durasi yang panjang, maka perawatan dan pelatihan rutin harus mulai dilakukan sejak burung tersebut masih berumur 1 – 3 bulan. Dengan demikian, pada bulan-bulan berikutnya, mereka akan berada dalam kondisi yang siap lomba Baca:   Penyebab dan cara mengatasi burung murai […]
Read more

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shopping Cart Items

Empty cart

No products in the cart.

Return to Shop
Search for:
Kirim
Ada pertanyaan?
Powered by