Beberapa penyebab pemula selalu gagal di arena lomba

Lomba burung telah menjadi budaya tersendiri di kalangan penggemarnya, terbukti dari banyaknya EO-EO di berbagai daerah yang meramaikan dunia kicauan mania. Bagi pemula, membawa gacoannya ke lapangan menjadi tantangan untuk mengetahui sejauh mana rawatan yang telah dilakukan.

Sebelum membawa gaconya ke lapangan untuk dilombakan, kicaumania biasanya sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, mulai dari anggaran, burung yang prospek, settingan, pemasteran yang anti mainstream, serta pakan yang tinggi nutrisi dengan harapan agar burung gacoannya itu mampu melibas lawan mainnya di gantangan.

Bagi pemula, sukses menjadikan gaconya jadi burung jawara dapat memberi kepuasan dan kebanggaan, terlebih hal ini sudah menjadi impian bagi banyak kicaumania. Namun begitu, tidak sedikit pemula yang kurang beruntung dengan hal tersebut.

Umumnya, pemula yang mengalami kegagalan dalam settingan dan lomba akan melihat hal ini sebagai problema besar, dan bukan sebagai wujud tantangan. Alhasil, banyak pemula yang menyerah setelah burung gacoannya selalu gagal meraih prestasi di arena lomba.

Apa saja penyebab pemula gagal mengorbitkan gacoannya jadi burung jawara? Dikutip dari smart mastering, berikut beberapa penyebab di antarannya:

Baca:   Cara mencetak lovebird konslet ngekek panjang

Kurang Sabar, maunya serba instan 

Satu hal umum yang menjadi penyebab kegagalan dalam mengorbitkan gacoannya adalah pemula yang kurang sabar atau maunya serba instan saat melombakan gacoannnya tanpa mempedulikan kondisi fisik dan mental burung rawatannya.

Padahal burung yang belum dikondisikan untuk bermain, alhasil gacoannya yang tidak siap tempur itu akan menjadi mudah ngedrop dan tidak mau bunyi sama sekali. Bahkan sering juga terjadi, gaco yang tidak mau tampil di gantangan kemudian dijual murah ke teman atau ditukar tambah dengan burung lain. Tetapi ternyata, setelah berpindah tangan, burung tersebut justru menjadi lebih berprestasi.

Pemula yang tidak mau belajar 

Banyak pemula yang cenderung tidak mau tahu atau tidak mau mencari pengetahuan tentang burung. Mereka juga cenderung tidak mau belajar bagaimana cara merawat burung dengan baik dan benar. Perawatan harian dan lomba dilakukan sesuai kebiasaannya saja. Alhasil, burung yang belum siap lomba pun dipaksakan untuk bertanding.

Perawatan yang kurang konsisten 

Ini juga menjadi salah satu hal yang umum dijumpai. Banyak pemula yang kurag konsisten dalam menentuka dan merawat burung gacoannya. Ketika melakukan rawatan harian misalnya, tak jarang ia sering mengubah-ubah pola rawatan setelah melihat rawatan orang lain yang dianggapnya sukses.

Baca:   Tips menjinakan dan melatih burung parkit

Padahal, tidak semua burung memiliki karakter dan sifat rawatan yang sama. Rata-rata mereka terjebak di euforia tren yang sebenarnya belum tentu cocok jika diterapkan pada burung rawatannya.

Pemula yang tidak tahan banting 

Kesuksesan tidak bisa diraih dengan cara instan, butuh waktu dan kesabaran untuk bisa meraihnya. Begitu juga dalam dunia perburungan. Banyak pemula yang tidak tahan banting, sehingga kerap mengalami kegagalan dalam mengorbitkan burung gacoannya jadi jawara lomba.

Itulah beberapa penyebab pemula selalu gagal di arena lomba dalam mengorbitkan gacoannya jadi burung jawara. Oleh karena itu, selain melakukan pola rawatan yang tepat dan sesuai, pemberian pakan dan vitamn pun harus menjadi perhatian utama, apalagi hal ini sangat mempengaruhi kondisi dna penampilan burung di lapangan.

Pemberian multivitamin yang tepat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental burung selama dilombakan, salah satunya adalah Sup Plus Bird, vitamin yang diracik khusus untuk kesiapan burung sebelum dilombakan.

Semoga bermanfaat

 

Related Articles

Tips dan Trik Membeli Burung

SEPERTI halnya membeli barang pada umumnya, membeli burung membutuhkan ketelitian, kejelian dan kesabaran. Apalagi bila calon pembeli adalah masih tarap pemula. Sebelum menjatuhkan pilihan, tentukan maksud dan tujuan pemeliharaan. Apakah hanya sekadar ikut-ikutan trend, memenuhi kesenangan, koleksi, hobi, atau untuk dilombakan (kontes). Bagi penggemar burung, apalagi yang menjadikan burung peliharaannya untuk diikutkan kontes harga memang […]
Read more

Berapa Suhu ideal ternak lovebird? Ini dia Penjelasannya

Suhu ideal ternak lovebird – Lovebird adalah burung tropis yang dihabitatnya hanya ada musim kemarau dan musim hujan saja, di Afrika dan Madgaskar, lovebird hidup berkoloni. Lovebird juga burung yang aslinya memiliki kondisi tubuh yang lebih kuat dari burung jenis lainnya. Suhu ideal ternak lovebird dalam dunia breeding burung tidak terlalu bermasalah karena lovebird bisa […]
Read more
lovebird konslet

Cara mencetak lovebird konslet ngekek panjang

Akhir-akhir ini, banyak kicaumania yang sukses menjadikan lovebird semakin fighter.Hal ini pula yang kemudian memunculkan keinginan untuk mencetak lovebird konslet, namun dengan durasi ngekek yang lebih panjang. Baca:   Solusi atasi kenari yang tak mau bunyi saat dilombakan
Read more

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shopping Cart Items

Empty cart

No products in the cart.

Return to Shop
Search for:
Kirim
Ada pertanyaan?
Powered by