Sebagian besar lovebird mania ingin agar burung rawatannya dapat meraih prestasi. Namun tidak mudah menjadikan lovebird juara lomba, apalagi banyak pemula yang belum tahu dasar-dasar lovebird, sehingga mereka terlalu bersemangat ikut lomba namun lupa kalau burung mereka ternyata belum siap untuk dilombakan. Sebagai panduan, simak cara mengenali ciri-ciri lovebird yang belum siap lomba berikut ini.

Banyak pemula yang mengeluh kalau performa lovebird rawatannya di arena lomba tidak sesuai ekspetasi. Burung tidak mau main sama sekali, atau bahkan cenderung banyak bertingkah mulai dari kepo / nakal hingga selalu ketakutan dari awal s/d selesai lomba.

Rawatan lovebird untuk dilombakan kadang bisa menyulitkan, terutama bagi pemula. Jenis burung ini dikenal sangat mudah naik birahinya, sehingga tanpa penanganan yang tepat, burung tidak akan bisa bermain dengan baik di lapangan.

Untuk memaksimalkan penampilannya di gantangan, maka perawatan lomba harus mulai diterapkan sejak 5-6 hari sebelum lovebird di bawa ke arena lomba. Tanpa hal tersebut, burung tidak akan bisa bermain maksimal atau bahkan tidak mau main sama sekali.

Oleh karena itu, penting bagi pemula untuk bisa mengenali ciri-ciri lovebird yang belum siap di lombakan. Selain sebagai bahan masukan dalam settingan / perawatan berikutnya, lovebird mania juga bisa tahu apakah burung yang dirawatnya itu termasuk tipe burung lomba atau bukan.

BACA JUGA  Ini cara mengenali lovebird sakit

1. Lovebird tidak memiliki mental yang baik

Tanpa  didukung oleh mental yang cukup, lovebird tidak akan bisa bermain dengan baik di lapangan. Kurangnya sifat fighter tersebut akan menyebabkan burung tidak akan mau berbunyi, melainkan cenderung bertingkah nakal mulai dari ngeruji, berdiam diri di dasar sangkar, atau terlalu ketakutan sepanjang lomba.

Walaupun lovebird bukan jenis burung petarung, namun untuk menjadikannya mau berbunyi di arena lomba tentu membutuhkan mental fighter yang sangat baik. Oleh karena itu, perawatan dan penanganan yang tepat dibutuhkan untuk membangkitkan mental tarungnya agar lebih siap untuk lomba.

Bagaimana cara membentuk mental tarung lovebird? Simak dalam artikel berikut ini:

Gabung yuk dengan kami di Instagram

2. Lovebird yang jarang ngekek 

Rajin ngekek adalah kunci utama yang dapat menjadi penentu penampilan lovebird di arena lomba. Itu sebabnya, sebelum membawa burung ke lapangan, pastikan lovebird yang anda miliki sudah memiliki kemampuan untuk ngekek, apalagi kalau suaranya dibawakan dengan durasi yang panjang. Untuk melatih lovebird agar rajin ngekek, silakan simak caranya di sini.

Namun perlu diketahui juga, ngekek tidaknya lovebird kadang sangat ditentukan oleh karakter dan sifat alami dari burung tersebut. Karena tak jarang, lovebird akan jadi malas ngekek karena umur yang sudah terlalu lanjut / tua, atau bisa juga karena terlalu sering diternak / berproduksi.

BACA JUGA  Cegah lovebird diare dengan cara ini

3. Burung sudah berumur lanjut / tua 

Seperti disebutkan di atas, lovebird yang sudah berumur lanjut atau tua akan cenderung malas ngekek sehingga tidak bisa tampil di lapangan. Secara umum, burung yang sudah berumur lebih dari 3,5 tahun tidak akan bisa tampil maksimal di lapangan. Faktor umur menyebabkan burung cenderung kurang aktif dan malas bunyi.

4. Suara ngekek pendek

Selain jarang ngekek, lovebird yang sering ngekek tapi cenderung pendek-pendek juga tidak akan bisa tampil maksimal di lapangan. Selain tidak akan dinilai oleh juri, suara ngekek pendek juga akan “tertiban” oleh suara ngekek lovebird lain yang berdurasi panjang.

5. Sering tiduran 

Lovebird yang sering terlihat malas-malasan atau tidur di sangkarnya bisa disebabkan oleh faktor karakter maupun kondisi fisiknya yang sedang tidak fit. Burung yang kurang vitamin akan cenderung kurang aktif dan sering tidur ketika dilombakan. Begitu juga, ketika lovebird mengalami gangguan kesehatan atau sedang sakit.

Itulah ciri-ciri lovebird belum siap lomba yang perlu diketahui pemula.

Semoga bermanfaat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here