Melatih agar burung murai batu mempunyai kemampuan berkicau dengan baik bisa dilakukan dengen pemasteran. Ada beberapa metode pemasteran yang digunakan, mulai dari memanfaatkan burung masteran hingga memutarkan audio masteran dari perangkat mp3. Namun begitu, untuk mendapatkan hasil masteran yang maksimal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut tips memaster burung murai batu agar lebih efektif.

Meski mempunyai suara kicauan yang sangat khas dan lantang, tapi banyak kicaumania lebih suka jika murai batu yang mereka pelihara bisa meniru suara kicauan burung lainnya. Kondisi seperti ini sangat umum ditemukan pada burung yang biasa dilombakan.

Pemasteran menjadi salah satu bentuk metode latihan yang dilakukan agar murai batu bisa meniru suara lainnya, terutama suara dari burung-burung masteran yang popular seperti cililin, cucak jenggot, hingga suara ekek lovebird.

Namun begitu, ada bebreapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai memaster burung murai batu. Agar hasil pemasteran bisa lebih efektif, simak tips pemasteran burung murai batu berikut ini:

Pemasteran sejak burung masih muda

Burung murai batu yang masih muda/trotolan cenderung memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi, karena pada kondisi tersebut burung memiliki naluri untuk mempelajari suara-suara yang mereka dengar.

BACA JUGA  Cara merawat burung murai batu yang kurang birahi

Lakukan pemasteran dengan suara yang tepat atau sesuai tren masteran, agar setelah dewasa burung tersebut bisa siap untuk dilombakan.

Pemasteran dilakukan dalam ruangan 

Pemasteran burung murai batu akan menjadi lebih efektif jika dilakukan di tempat yang sepi, misalnya dalam ruangan atau kamar khusus.

Dengan melakukan pemasteran di dalam ruangan, maka burung murai batu akan menjadi lebih fokus mendengarkan suara masterannya, baik yang berasal dari burung masteran maupun audio masteran yang keluar dari perangkat pemutar mp3.

Pemasteran dengan burung atau audio masteran 

Pemasteran untuk murai batu bisa dilakukan dengan menggunakan dua metode, yaitu memaster dengan burung masteran atau memutarkan audio yang berisi suara rekaman burung yang sedang berkicau.

Namun pada tahap ini, kita tidak begitu saja melakukan pemasteran dengan asal karena ada beberapa persyaratan yang harus terpenuhi, yaitu:

  • Burung masteran yang digunakan sudah dalam kondisi rajin bunyi / gacor,
  • Memilih suara masteran yang sesuai dengan karakter vokal dari burung yang akan dilatih,
  • Menggunakan suara rekaman yang jernih, terdengar jelas, dan tanpa noise atau suara lain yang mengganggu,
  • Memutarkan suara rekaman dengan volume yang tidak terlalu kencang,
  • Memutarkan suara rekaman tanpa efek suara seperti bass, treble, atau bahkan bergema / echo.
BACA JUGA  Cara melatih pleci bersuara lantang

Pemasteran dilakukan secara teratur dan rutin setiap hari 

Gabung yuk dengan kami di Instagram

Lakukan pemasteran dengan rutin dan teratur. Waktu pemasteran bisa dipilih apakah pada pagi, siang, atau sore hari dengan durasi pemastern berlangsung sekitar 90 s/d 120 menit per sesinya.

Pemasteran dengan beberapa suara 

Agar pemasteran bisa lebih efektif, maka proses pemasteran sebaiknya menggunakan tidak terlalu banyak suara masteran. Untuk pertama kali, lakukan pemasteran dengan satu suara masteran dahulu, setelah burung terlilhat menguasainya baru diganti dengan suara masteran lainnya.

Untuk menambah kecerdasan dan agar burung murai batu bisa lebih konsentrasi kepada suara masterannya, maka bisa diberikan suplemen khusus seperti Sup Plus Bird.

Selain untuk menjaga kondisi tubuh dan kesehatannya, Sup Plus Bird bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan otak dan metabolisme burung. Selain itu, suplemen ini juga bisa membantu menjadikan burung lebih rajin bunyi dengan suara yang kencang.

Dapatkan suplemen Sup Plus Bird di sini:

Semoga manfaat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here