Archaeopteryx, burung purba nenek moyang dari segala jenis burung

Archaeopteryx

Hewan prasejarah yang merupakan perpaduan antara dinosaurus dan burung ternyata memiliki bulu pada bagian belakang dari kakinya. Bulu-bulu tersebut mirip dengan celana yang menutupi kaki bagian belakangnya. Burung-saurus yang hidup jutaan lalu itu memiliki nama Archaeopteryx. Seluruhnya tubuhnya dipenuhi oleh bulu, tidak hanya bagian sayapnya saja. Hal tersebut terungkap melalui fosil yang baru ditemukan. Bentuk ekor burung purba ini pun mirip dengan pena bulu.



Seperti dilansir BBC, Kamis 3 Juli 2014 ‘celana’ bulu ini kemungkinan digunakan untuk melindungi diri. Biasanya, bulu pada burung digunakan untuk membantunya terbang. Jarang ditemukan fungsi lain bulu burung.

Sejak fosil Archaeopteryx ditemukan pertama kali di Jerman tahun 1861, spesies ini sempat membuat bingung para ilmuwan. 1861 merupakan waktu dua tahun, setelah Charles Darwin mempublikasikan temuan itu dalam jurnal On The Origin of Species.

Dengan cakar dan gigi yang mirip dengan dinosaurus, Archaeopteryx juga memiliki bulu layaknya seekor burung. Ini membuktikan teori Darwin dalam jurnal itu yang menyebutkan bahwa dinosaurus merupakan cikal bakal burung. Archaeopteryx merupakan transisi dari dinosaurus menjadi burung. Darwin menyebutnya sebagai Urvoger, dari bahasa Jerman yang berarti ‘Burung Pertama’.

sn feathersH

Meskipun bukti burung dinosaurus belum muncul hingga sekarang, banyak ilmuwan yang percaya bahwa Archaeopteryx merupakan dinosaurus pertama yang mampu terbang.

Baca:   Akibat pemanasan global burung-burung mulai naik gunung

Spesimen fosil yang berjumlah 11 itu dipublikasikan pertama kali pada 2011 dan masih dalam keadaan baik. Spesimen tersebut, dilengkapi dengan impresi bulu di seluruh tulang. Bulu-bulu tersebut, berukuran panjang dan simetris di bagian atas kaki. Namun, sampai di bagian bawah, ukurannya semakin pendek.

Para peneliti menggambarkan ‘celana’ bulu ini sebagai penutup diri, alat kamuflase, mengisolasi diri bahkan alat manuver saat berada di bawah.

“Memang tidak dirancang untuk membantu terbang, tetapi cukup membantu saat melakukan pendaratan, mirip dengan bulu burung elang dan sejenisnya,” ujar Dr. Oliver Rauhut dari Bavarian State Collection untuk Palaeontologi dan Geologi.

Menurut Dr. Rauhut, bulu-bulu ini menunjukkan poros yang kuat. Ini merupakan bukti jika burung generasi pertama ini bisa terbang.
 
“Namun, yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah seberapa baik burung itu bisa terbang,” kata Rauhut. Untuk itu, dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.
Yang jelas, kata Ruhut, ini mematahkan teori jika bulu dan terbang merupakan satu hal yang berkaitan. 

Berdasarkan spesimen yang ditemukan, pada masa awal kemunculannya, ternyata bulu burung memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Baca:   Mengamati kondisi pleci dari bentuk kotorannya

Related Articles

Mengupas Semua Masalah Cucak Hijau

Umumnya Penggemar burung cucak hijau lebih memilih cucak ijo asal Jawa timur meskipun pada dasarnya semua tergantung materi isian, mental dan karakter burungnya sendiri. akan tetapi untuk membahas hal tersebut disini ada beberapa jenis, tipe dan karakter dari burung cucak ijo pada umumnya. CI Sumatera : Secara umum memiliki warna kuning pada dahinya sehingga kerap […]
Read more

Tips untuk anis kembang macet bunyi

Tips perawatan anis kembang yang macet bunyi ini bisa di aplikasikan pada burung punglor lainnya termasuk juga anis merah maupun anis macan, lantaran burung – burung tersebut memiliki karakter yang sama dan sifat yang tidak jauh berbeda.  Namun, sebelum menerapkan metode berikut, sebaiknya burung anis yang anda miliki memang benar-benar macet bunyi yang sebelumnya memang […]
Read more

Inilah 12 jenis burung srigunting di Indonesia

Burung srigunting terkenal dengan kemampuannya dalam menirukan suara burung lain, tetapi selain itu burung srigunting juga terkenal dengan akal liciknya terutama dalam mencari makanan. Di habitat alaminya, burung ini akan mencoba merebut makanan yang dibawa burung lain dengan cara menakut-nakutinya menggunakan suara burung predator yang telah ia kuasai.   Di Indonesia, terdapat beberapa jenis burung srigunting […]
Read more

Tinggalkan Balasan

Shopping Cart Items

Empty cart

No products in the cart.

Return to Shop
Search for:
Chat
Klik untuk chats
Hai,
Ada yang bisa kami bantu?